Beberapa hari ini saya sibuk memikirkan sebuah wacana berikut. Cuma, saya perlu ingatkan bahwa jurnal ini gak penting banget loh: Begitu banyak lelaki berlomba-lomba untuk mendapatkan wanita idaman yang cantik dengan embel-embel sholihah, pintar, berprilaku baik, dan lain sebagainya.Aku katakan embel-embel karena fokus jurnal ini memang hanya di seputar kecantikan fisik. Mentalitas lelaki yang demikian merupakan mentalitas konsumen. Karena ia hanya berusaha mengambil apa yang sudah jadi.Bahkan seorang teman menamakan "perampok" bagi seorang lelaki yang terobsesi mendapatkan wanita cantik, kaya, pintar, terpandang tanpa memikirkan apa yang sebenarnya bisa ia tawarkan dari dirinya kepada wanita tersebut. Kemudian jika laki-laki itu gagal memenuhi harapannya maka ia pun marah-marah dengan menganggap semua wanita itu matre. Alih-alih sebagai konsumen, maka laki-laki sebenarnya memiliki potensi menjadi produsen kecantikan. Saya tidak bermaksut mengatakan bahwa laki-laki harus menjadi ahli bedah plastik agar bisa menjadi produsen kecantikan. Maksut saya begini...telah banyak orang setuju bahwa kecantikan bukan semata perkara ragawi. Ada semacam perilaku tertentu, penyikapan tertentu, atau mindset tertentu yang ternyata bisa menstimulus sejenis aura tertentu pada wajah seorang wanita sehingga ia bisa tampak sangat menarik. Maka, jika seorang laki-laki bisa membantu seorang wanita atau pasangan hidupnya menemukan setting mental yang tepat agar tampak menarik maka laki-laki itu seorang produsen kecantikan, katalis, atau seorang midas yang sanggup mengubah apapun yang ia sentuh menjadi emas. Para wanita seyogyanya berhati-hati dengan lelaki bermental konsumen, karena pada dasarnya ia bisa mengambil tetapi belum tentu bisa memelihara kecantikan wanita. Ia belum tentu bisa membuat suasana bathin yang jauh dari tertekan, ia belum tentu mampu mengeluarkan kata-kata yang memotivasi dan membuat hidup jadi menyenangkan. Bukankah banyak wanita yang mendadak hilang kecantikannya setelah menikah? Jadi kalau bisa para wanita memilih pria yang bermental produsen, yang mau berproses. Tentunya saya selaku penulis jurnal ini setidaknya punya itikad baik menjadi produsen    *iklan diri*
 | manstaaaaaaaaaaaaaappppppppppppppppppppppppp
selama ini eke juga berpikir bahwa begitulah seperti dalam jurnal ini, laki-laki... namun tak terdefinisi dalam kata-kata.... hebat gung!!! |
 | brecs wrote on Oct 3, '07 |
 | iki jurnal promosi to mas? :D |
 | pada suatu waktu, dimana takdir jodoh itu sudah dekat, laki-laki pasti akan menjadi produsen, percayalah..! hehehe, tapi kalo sampe umur tertentu dia belum dekat dengan jodoh, minimal dia akan menjadi konsumen yang menurunkan daya beli, otomatis juga mengurangi kualitas yang dikonsumsi, alias asal awet :)). Wes talah, witing tresno jalaran soko ngglibet... :P |
 | kata iqbal.. wanita cantik adalah yang tidak menyadari kecantikannya. nah...loo!! |
 | Cantik itu relatif, jelek itu absolut... xixixixi... |
 | huwaaaaaaaaaa................ promosine manteeeeeeeebbbbbbbbbbbhhhhh..!!! |
 | uhuk....uhuk...uhuk..... *jadi batuk-batuk* |
 | makanya dalam doa para cewek lajang patut disebut, salah satunya... Ya Allah berikanlah kepadaku suami yang bisa menjadi sahabatku di dunia dan akhirat... sahabat artinya seseorang yang bisa menerima kita apa adanya, bukan hanya melihat kita sebagai kumpulan daging yang membentuk jasmani...hehehehe
|
 | inti postingan ini adalah kalimat terakhir.. :D |
 | Kayak aku aja Gung, konsumen sekaligus produsen :-D |
 | nah.. pengakuan kang bondan sangat jujur... |
 | kurzz wrote on Oct 3, '07 jurnal ini adalah salah satu contoh dari rayuan manis lelaki? xi xi xi.. hanya Dia yg tahu thankyu gung, bisa buat modal menggaet cewek cakep *peace* |
 | Jadi........ maksutnya...???? |
 | prazz wrote on Oct 3, '07 biasanya sih produsen itu memproduksi dulu baru ngasih iklan lah ini iklan dulu baru niat jadi produsen.... ;P |
 | bersyukur selalu, insya Allah akan melahirkan kecantikan, cieee...amin |
 | daripada wanita full sholehah, full canteq di ujung dunia mendingan wanita 1/2 shalehah, 1/2 canteq, di depan mata |
 | hahaha, setuju, fresh ideas.....btw, judulnya kok desperate gitu sih....... |
 | agungks wrote on Oct 4, '07, edited on Oct 4, '07 tenaneeeeeeee Gung? :p  wooo tenanan iki, ra baen-baen...le mikir yo suwe jeee |
 | agungks wrote on Oct 4, '07, edited on Oct 4, '07 nah.. pengakuan kang bondan sangat jujur...  puasa harus jujur...pengakuanmu mana, wib?:D |
 | huekekkekeek ternyata banyak yang komentar yaaa....mwakakakakka
|
 | kekekeke...intinya ya itu.....IKLAN DIRI nya ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu =))
eh bener juga mas...ada juga co yg sikapnay bnr2 tulus bukan krn fisikly...ih...mudah2an aku ketemu yg spt itu, yg trm nak apa adanya, yg mo sm2 memperbaiki kekurangan2 yg ada...aamiin :D
*numpang berdoa....selesai:D* |
 | diniauliya wrote on Oct 8, '07, edited on Oct 8, '07 ijin link ke mp ku ya... mdh2an makin bnyk yg paham bhw kalo pun perempuan itu ada kekurangan, seringkali kekurangan itu bukan proses akhir dr kepribadiannya, selama perempuan itu mau belajar dan bersinergi dgn seorang suami yg menghargai proses..kekurangan itu bs jadi berubah
tp emang mayoritas lelaki rata2 konsumen sih..:p |
 | Bagus, a fresh idea... ahem... Tapi judul & tag-nya, kok defensif Mas...?
|
 | Wah, layak di link nih URL jurnalnya.... :) |
 | silaken dilink...lumayan, bisa bikin gw tambah terkenal :p |
 | *menyimak sambil ngelus-ngelus jenggot eh dagu* |
 | ehem...*buat bagian iklan* =D
good writing! |
 | my lathief : silakan :)
seblat : mugi Gusti paring cepet :) |
| |