Pertama-tama, saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya HM. Suharto. Semoga keluarga besar Indonesia yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menjalani hidup yang semakin sulit dan semoga ini adalah titik balik dari keterpurukan kita selama ini sehingga Indonesia akan menjadi lebih aman, lebih besar, lebih indah, lebih makmur atau lebih sejahtera, dan tentunya dalam bidang olah raga jadi lebih menangan.
Kedua, ini adalah postingan saya setelah postingan terakhir tanggal 7 Desember 2007. Jadi memang saya sedang mengalami saat-saat yang tidak produktif di multiply, bahkan untuk mereplay postingan teman-temanpun tidak produktif.
Oke, sekarang saya mau bicara tentang wasit sepak bola di Indonesia. Kalau kita perhatikan ketika ada suatu keputusan wasit yang dirasakan tidak adil oleh pemain, maka wasit itu akan dikelilingi oleh pemain-pemain bola yang mengajukan protes dan pemain-pemain lain yang berusaha menenangkan teman-temannya. Dalam situasi demikian yang biasanya jadi perhatian saya yaitu betapa kecilnya badan sang wasit jika dibandingkan postur para pemain, apalagi jika dibandingkan postur pemain asing.
Kalau berdasar perasaan saya, koq rasanya kasihan sekali wasit-wasit itu karena dikelilingi para "raksasa". Saya pikir ketimpangan postur ini berpotensi mengurangi wibawa wasit di lapangan. Saya khawatir para pemain akan cenderung lebih berani terhadap wasit, dan terbukti dengan adanya beberapa wasit yang dipukuli oleh pemain, meskipun yang menjadi faktor utama adalah keputusan yang kontroversial.
Jadi saran saya kepada PSSI, mbok nyari wasit itu yang minimal tinggi badannya gak terlalu jauh dengan tinggi pemain, syukur-syukur lebih tinggi dan lebih gagah dari pada pemain seperti di liga Eropa.
Demikian usul saya....boleh dianggap tidak penting.