fwd from Republika, Minggu, 03 Juni 2001
Hijrah dan Kultus Individu Oleh EMHA Ainun Nadjib Tidak ada satu peristiwa apa pun dalam kehidupan yang dihuni oleh manusia ini yang tidak bersifat hijrah. Seandainya pun ada benda yang beku, diam dan seolah sunyi abadi: ia tetap berhijrah dari jengkal waktu ke jengkal waktu berikutnya. Orang jualan bakso menghijrahkan bakso ke pembelinya, dan si pembeli menghijrahkan uang ke penjual bakso. Orang buang ingus, buang air besar, melakukan transaksi, banking, ekspor impor, suksesi politik, revolusi, apapun saja, adalah hijrah. Inti ajaran Islam adalah hijrah. Icon Islam bukan Muhammad, melainkan hijrah. Muhammad hanya utusan, dan Allah dulu bisa memutuskan utusan itu Darsono atau Winnetou, tanpa ummat manusia men-demo Tuhan kenapa bukan Muhammad. Oleh karena itu hari lahirnya Muhammad saw. Tidak wajib diperingati. Juga tidak diletakkan sebagai peristiwa nilai Islam. Hari lahir Muhammad kita ingat dan selenggarakan peringatannya semata-mata sebagai peristiwa cinta dan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya melaksanakan perintah Tuhan. 12 Rabiul Awal bukan hari besar Islam sebagaimana Natal bagi ummat Kristiani. Sekali lagi, itu karena Islam sangat menghindarkan ummatnya dari kultus individu. Wajah Muhammad tak boleh digambar. Muhammad bukan founding father of islam. Muhammad bukan pencipta ajaran, melainkan pembawa titipan. Tahun Masehi berdasarkan kelahiran Yesus Kristus, sementara Tahun Hijriyah berdasarkan peristiwa hijrah Nabi, yang merupakan momentum terpenting dari peta perjuangan nilainya. Kesadaran hijriyah menghindarkan ummat dari penyembahan individu, membawanya menyelam ke dalam substansi ajaran -- siapa pun dulu yang diutus oleh Tuhan untuk membawanya. Hijrah adalah pusat jaring nilai dan ilmu. Dari gerak dalam fisika dan kosmologi hingga perubahan dan transformasi dalam kehidupan sosial manusia. Manusia Muslim tinggal bersyukur bahwa wacana dasar hijrah sedemikian bersahaja, bisa langsung dipakai untuk mempermatang cara memasak makanan, cara menangani pendidikan anak-anak, cara mengurus organisasi dan negara. Hijrah Muhammad saw. dan kaum Anshor ke Madinah, di samping merupakan pelajaran tentang pluralisme politik dan budaya, juga bermakna lebih esoterik dari itu. Peristiwa Isra' Mi'raj misalnya, bisa dirumuskan sebagai peristiwa hijrah, perpindahan, atau lebih tepatnya transformasi, semacam proses perubahan atau 'penjelmaan' dari materi ke (menjadi) energi dan ke (menjadi) cahaya. Sebenarnya sederhana saja. Kalau dalam ekonomi: uang itu materi, kalau diputar atau digerakkan atau 'dilemparkan' maka menjadi enerji. Itu kejadian isro' namanya. Tinggal kemudian enerji ekonomi itu akan digunakan (dimi'rajkan) untuk keputusan budaya apa. Kalau sudah didagangkan dan labanya untuk beli motor: motornya dipakai untuk membantu anak sekolah atau sesekali dipakai ke tempat pelacuran. Di dalam teknologi, tanah itu materi. Ia bisa ditransformasikan menjadi genting atau batu-bata. Logam menjadi handphone, besi menjadi tiang listrik, atau apapun. Tinggal untuk apa atau ke mana mi'rajnya. Peristiwa isro' bergaris horisontal. Negara-negara berteknologi tinggi adalah pelopor isro' dalam pengertian ini. Pertanyaannya terletak pada garis vertikal tahap mi'raj sesudahnya. Kalau vertikal ke atas, berarti transform ke atau menjadi cahaya. Artinya produk-produk teknologi didayagunakan untuk budaya kehidupan manusia dan masyarakat yang menyehatkan jiwa raga mereka dunia akhirat. Kalau garis vertikalnya ke bawah, berati transform ke atau menjadi kegelapan. Mesiu Cina diimport ke Eropa menjadi peluru, meriam dan bom. Kita bisa dengan gampang menghitung beribu macam produk teknologi isro' pemusnah manusia, perusak mental dan moral masyarakat. Dalam pengertian umum dan baku selama ini, Isra' Mi'raj selain merupakan peristiwa besar dalam sejarah, namun pada umumnya berhenti sebagai wacana dongeng, dan belum digali simbol-simbol berharganya atas idealitas etos tranformatif. Dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan rumus di atas, segala sesuatu yang menyangkut kehidupan manusia-baik di bidang ekonomi, politik, sosial budaya dan sebagainya-terjadi secara berputar membentuk bulatan. Yang sehari-hari sajapun: badan kita (materi), tentu, jika tidak diolah-ragakan (dienergikan), mengakibatkan tidak sehat. Tidak sehat adalah kegelapan. Setelah badan kita sehat dan menyehatkan, lantas dipergunakan untuk kegiatan yang baik, yang memproduk cahaya bagi batin kehidupan kita, serta bermanfaat seoptimal mungkin bagi sesama manusia dan alam-lingkungan
 | Gung, wes moco jurnal-ku sing 'nggo checking kelengkapan naskah? hehehehe... sori OOT... koyone imel-mu mental wingi, dadi ra tekan...
weeeehhhh reply pertama yo... xixxiixxixi |
 | okeee.. sri-sari@adm.eng.ui.ac.id yo Gung... |
 | nek tulisan emha sing iki aku wes moco, ono ning bulletin Kenduri Cinta... cara pikirnya tentang hijrah beda banget dengan hijrah dalam arti harfiah... bagus |
 | opins wrote on May 10, '06 nek tulisan emha sing iki aku wes moco, ono ning bulletin Kenduri Cinta... cara pikirnya tentang hijrah beda banget dengan hijrah dalam arti harfiah... bagus  weleh2 kulo boten ngertos to mass n mbakyuuu. |
 | mediasauna : ternyata ikut milist itu juga yakk..
opins : gw doain loe dapat orang jawa...^_^ |
 | opins wrote on May 10, '06 mediasauna : ternyata ikut milist itu juga yakk..
opins : gw doain loe dapat orang jawa...^_^  weks, itu isu yg sensitif gung...., aminnn mo org mana aja dech yg penting bisa jadi bidadari syurga :) |
 | agungks : gak tuh, aku tahu dari selebaran cetak, pas acara Kenduri Cinta
opins : ikut mengamini deh |
 | opins wrote on May 10, '06 agungks : gak tuh, aku tahu dari selebaran cetak, pas acara Kenduri Cinta
opins : ikut mengamini deh  Jazakumullah 4 doanya wakkakaka semangattttttttttttttttttttttttttttt susul bocuteeeeeeeeee hehehehe |
 | amin buat opin dan ari....;) |
 | opins wrote on May 10, '06 gantian dong doainnya, secara ane juga pan kepingin... halah!  Ya Rabb dekatkanlah bidadari syuragamu kepada kami (agung, ari, opins n other) sehingga kami tidak perlu berkelana tak berpenghujung. Tidak Ingin kami menunda apa2 yang telah Engkau segerakan dan menyegerakan Apa2 yang telah Engkau tunda. |
 | gue doain deh buat elu ber-3 semuanyahhh!!!! kog gue sendirian cewek disini sih... *celingukan* |
 | nah, gantian dong doain gue juga... hehehehehe... |
 | opins wrote on May 11, '06 nah, gantian dong doain gue juga... hehehehehe...  aminnn makasih teh doanya, mo di doain apa nich hehehehe, iya dech moga teh ariii cepet nemuin jodoh nyaa yg baik dimata Allah dan t' arie |
 | mvlia wrote on May 11, '06 gue doain deh buat elu ber-3 semuanyahhh!!!! kog gue sendirian cewek disini sih... *celingukan*  mbak ari, aku temenin disini.....
lagian tuh orang podo ngomong boso jowone, sa'karepe...hehe..
halah, reply iki pisan... ra nyambung...
tapi bacaan bagus gini dan gratis gini, mana nolak.... salut absolut buat Emha... aku dah lama ga baca buku/tulisannya...
|
 | horeee alhamdulillah didoain... xixixixixi dapet temen cewek juga disini hihihihihi... |
 | buat doanya amiiiinnnn... :D |
 | opins wrote on May 11, '06 agian tuh orang podo ngomong boso jowone, sa'karepe...hehe..
halah, reply iki pisan... ra nyambung...  maklum dunk nggak ada turunan org jawa hihiihihi, reply emg OOT abis. yg penting semangatttttttttttttt hihihihihi |
 | sorry ya..tadi padha aku tinggal, habis dari rumahnya bondan, sedang menyelidiki sesuatu nih...:)) |
 | hahaha gimana Gung hasil penyelidikannya? xixixixixi... |
 | ketinggalan gossip nih bang Latief... |
 | Gosip apa RI, aku baru gabung nih, Gung gosip apaaaa? duuuh ketinggalan banyak gosip sikrit nih :( |
 | it u tuhhh *nunjuk jurnal Shanti * hihihihi |
 | ah ini sdh bukan gossip lagi..sedah jelas sekali di depan mata alias cetho melo-melo :)) |
| |