Syair berikut diambil dari buku Sekar Sari Kidung Rahayu karya Achmad Djuwahir Anomwidjaya. Buku ini berisi syair-syair macapat yang terinspirasi ayat-ayat dalam juz amma. Sayangnya buku itu tidak memuat terjemahannya dalam Bahasa Indonesia sehingga saya bermaksut menerjemahkannya kemudian saya tampilkan di Multiply.
Sebenarnya saya juga tahu diri dengan kemampuan saya dalam Bahasa Jawa (nilai raport saya cuma 5 untuk pelajaran bahasa daerah) tapi untunglah ada teman saya, Budi Supriyanto yang sudi membantu saya menemukan arti dari kata-kata yang tidak saya mengerti. Karena situasi seperti inilah saya sangat membuka diri untuk dikoreksi jika ada kekeliruan. Dan karena itu pula target penerjemahan ini hanya untuk transfer makna bukan transfer keindahan seninya. Saya belum memiliki kemampuan untuk itu.
Rencananya satu persatu syair macapat dalam buku Sekar Sari Kidung Rahayu akan saya tampilkan di sini. Tidak ada target waktu, prinsipnya alon-alon wathon rampung. Dan inilah yang pertama:
Tekading tyas anganggit mrih manis
kekidungan angandhut wewarah
mrih tan sungkan pamacane
Nyinau Qur’an iku
kuwajiban ingkang wigati
dimen datan kesasar
nalisir ing hukum
Den nastiti pamacanya
Goleka piwulang ingkang sejati
kacetha jroning Qur’an
Niat hati (yang ikhlas) akan menghasilkan manfaat
bagi ayat-ayat yang mengandung petunjuk
dan akan melenyapkan rasa enggan untuk membaca ayat-ayat itu
belajar Al-Qur’an adalah kewajiban yang sangat penting
agar tidak tersesat
agar tidak menyimpang dari hukum (agama)
maka bacalah (Al-Qur’an) dengan teliti
carilah pelajaran yang sejati
yang nyata adanya dalam Al-Qur’an