agung's posts with tag: pengajian

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pengajian
Blog EntryPengajian Pak Muh: Kebebasan Jun 10, '07 9:34 AM
for everyone

Tanggal     : 27 Mei 2007
Tempat     : Pondok Indah
Tema        : Kebebasan

Pengajian ini mengangkat tema menarik walaupun dalam sejarah pemikiran manusia telah berumur sangat panjang yaitu, kebebasan. Seperti biasanya, Pak Muh membuka pengajian dengan definisi. Pak Muh mendefinisikan kebebasan sebagai situasi merdeka yang berada dalam kesadaran makhluk hidup. Kebebasan juga situasi bebas untuk menggapai makna yang lebih tinggi.
Dari definisi tersebut bisa kita lihat bahwa kebebasan atau kemerdekaan membutuhkan situasi sedangkan situasi itu berada di dalam struktur. Struktur itu bisa berupa antara lain struktur sosial, pendidikan, ekonomi, bahkan tubuh manusia. Tubuh manusia adalah struktur kecil yang dihadiahkan Allah kepada manusia. Dengan tubuh, maka manusia bisa berkomunikasi dengan struktur yang lebih tinggi. Kebebasan ada jika ada hubungan dialogis dengan struktur.
Manusia yang akan terbebaskan adalah yang mau menerima kenyataan diri. Ia tidak lagi terhalang oleh struktur diri. Perasaan minder adalah kendala dalam meraih kebebasan. Untuk itu, manusia harus puas dengan pemberian Tuhan. Kualitas manusia tidak dilihat dari ketampanan atau kesempurnaan fisiknya namun dari kemampuannya untuk menghadirkan makna kehadirannya dengan cara menawarkan nilai-nilai keluhuran.
Saat bekerja manusia sejatinya sedang menulis sejarah dirinya karena ia sedang menghadirkan makna kehadiran dengan cara menawarkan nilai. Karena itu ketika bekerja, janganlah menargetkan hasil. Yang diraih haruslah makna kehadiran bukan hasil yang sebenarnya hanyalah sarana dan dampak lanjutan dari nilai keberadaan. Sarana akan datang dengan sendirinya saat nilai diri kita menawarkan solusi atau pengembangan bagi orang lain. Dengan kata lain, jangan sampai sarana diutamakan nilai dikesampingkan karena pemeranan diri lebih penting dari pada sarana. Pengutamaan sarana berbahaya karena mengarah kepada syirik. Syrik menurut Pak Muh adalah pengabdian kepada sesuatu yang lebih rendah.
Sejatinya kebebasan diri tidak bisa dicapai dengan menunggu bantuan orang lain. Manusia harus menggarap dirinya sendiri untuk meraih kebebasan. Pak Muh juga mewanti-wanti agar jangan menggarap lingkungan sebelum mampu menggarap diri sendiri. Sebelum membebaskan diri sendiri, kita perlu memahami bahwa kita berada dalam dua buah penjara, masa lalu dan masa depan.
Pada penjara masa lalu, kita memiliki hutang yang harus kita lunasi. Kita telah berhutang banyak kepada orang tua, guru dengan ilmu-ilmunya, dan juga kepada masyarakat dengan nilai-nilainya. Cara untuk membebaskan diri dari penjara masa lalu (hutang) yaitu dengan cara syukur nikmat dan memohon ampunan disertai komitmen untuk tidak mengulangi kesalahan. Pak Muh memberikan contoh cara untuk membebaskan hutang (salah satu bentuk penjara masa lalu) kepada orang tua yaitu dengan cara bersilaturahmi dengan sahabat-sahabat ayah dan ibu.
Tentang penjara masa depan, Pak Muh tidak menjelaskan secara detail hanya saja sebelum manusia mampu membebaskan diri dari masa lalu maka sulit baginya untuk membebaskan diri dari penjara masa depan. Saya pribadi berpendapat bahwa kecemasan dan ketakutan akan masa depan adalah salah satu bentuk penjara masa depan. Tampaknya penjara masa lalu dan masa depan adalah dua sisi dari mata uang, hal yang sama dengan nama yang berbeda.


Sebagai tambahan, manusia memiliki tubuh dan dengannya maka manusia bisa berkomunikasi dengan sturuktur lain atau struktur yang lebih luas. Karena memiliki tubuh maka manusia memiliki beban untuk memelihara tubuh tersebut. Maka manusia dalam hidupnya wajib untuk mencari nafkah. Yang harus diwaspadai adalah setelah manusia bisa mencari nafkah maka manusia bisa terjebak dalam penjara nafsu kepemilikan. Untuk membebaskan diri dari nafsu tersebut, Nabi Muhammad memberikan sebuah konsep yaitu, amanah atau titipan. Tidak ada sesuatu dalam diri manusia kecuali sebagai amanah.



Blog EntryPengajian Pak Muh (25 Maret 2007) Mar 25, '07 11:13 AM
for everyone

Jurnal ini untuk mendokumentasikan semua hal yang saya tangkap pada acara pengajian yang diisi oleh Bp. Muhammad Zuhri. Terus terang merangkum pemikiran beliau tidaklah mudah. Jadi mohon maaf jika rangkuman berikut membingungkan serta mengandung reduksi besar-besaran. Ada banyak hal yang tidak tertulis di sini, disamping karena pemahaman  saya yang kurang baik juga saya tidak menggunakan perekam, saya hanya mengandalkan catatan.Namun rangkuman ini tetap harus saya tulis agar suatu saat saya bisa lebih memahami pelajaran beliau. Yah, paling tidak saya bisa menghayati pentingnya voice recorder...jadi kepikiran mo beli nih :)

Rangkuman:

Allah menunjukkan diri-Nya kepada manusia dengan dua cara:
  1. Dengan berkah dan rahmat-Nya, yaitu semua hal-hal yang manis dan menyenangkan.
  2. Dengan kekuasaan-Nya, sehingga menimbulkan perasaan takut, kalah, dan duka pada manusia.
Manusia cenderung memilih rahmat, padahal realitas, kehidupan di samping mengandung rahmat juga terdapat kepahitan. Karena kecenderungan itu maka manusia menjadi tidak seimbang.

Akhirnya yang terjadi manusia saling berebut untuk mendapatkan hal-hal yang manis (rahmat) saja.Pemenangnya adalah mereka yang memiliki power. Adapun wujud power tersebut antara lain kekayaan, ilmu, dan kekuasaan. Hanya sedikit orang yang memiliki power tersebut, sehingga mayoritas orang menjadi korban.

Sebagian besar dari korban-korban itu adalah kaum fakir miskin. Di sisi lain, fakir miskin adalah kekasih Allah. Mereka mendapat kehormatan menjadi kekasih Allah karena keterbatasan-keterbatasannya dan yang mereka selalu hal-hal yang mereka perlukan. Sehingga selama masih ada keluh kesah mereka, kaum mustad'afin, maka bencana akan selalu ada. Dan kaum mustad'afin itulah yang sanggup melakukan pergerakan-pergerakan. Ada beberapa contoh seperti Revolusi Bolshevik dan Revolusi Iran.



Dalam hidupnya, manusia dibebani dengan dua hal, masa lalu dan masa depan. Kedua hal itu ditanggung di masa kini.

Tanggung jawab masa lalu yaitu menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh orang tua kita dan juga yang telah kita bangun dan pertahankan selama ini. Jangan sampai karena kenikmatan sesaat di masa kini yang tak menawarkan nilai membuat apa yang kita bangun menjadi hancur. Ini adalah sikap syukur.

Tanggung jawab masa depan adalah sikap shabar dengan janji Tuhan dan bersabar menjalani nilai-nilai yang kita pertahankan.

Sebagai seorang mukmin, sikap kita terhadap kenyataan (masa lalu) adalah syukur, sedangkan terhadap kemungkinan (masa depan) adalah shabar.

Bencana yang telah terjadi merupakan keputusan Tuhan yang adil buat kita. Sebenarnya ketika tertimpa musibah yang terpenting bukanlah musibahnya namun penyikapannya. Penyikapan yang tepat akan menghasilkan rasa tentram. Tidak ada gunanya beragama jika tidak bisa mencapai ketentraman.



Agama penting dalam kehidupan manusia karena memberikan hal tertinggi, yaitu tujuan hidup dan cara mencapai tujuan tersebut. Adapun tujuan tersebut adalah pulang kepada Allah dalam kondisi diridhoi.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help