agung's posts with tag: puisiku

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisiku
Blog EntryPUISI 57: pada tanah yang bersungai cintaFeb 8, '08 6:08 AM
for everyone


pada tanah yang bersungai cinta
dalam hari yang fajarnya abadi

di situ aku tiba-tiba berada
waktu wajahmu kupandangi



Blog EntryPUISI 56 : Aku Dan Bayi ItuOct 25, '07 12:43 PM
for everyone


tanganku jadi kekar
saat kugendong bayi lucu itu
  Seketika aku perkasa,
demi makhluk lemah di tanganku



Blog EntryPUISI 55: My Mom's FlowersOct 24, '07 8:52 AM
for everyone
ini adalah bunga-bunga ibuku
yang ia pelihara dalam cinta
sehingga indah mekarnya
dan wangi semerbak harumnya

bunga-bunga itu hidup
oleh sepasang tangan
yang dulu suapi aku
yang dulu belai aku
yang buat tenang jiwaku

bunga-bunga itu kakakku
karena mereka lebih dahulu indah
sedang aku masih kuncup yang belumlah mekar
namun ibuku tak pernah berhenti berharap
suatu saat aku akan seindah bunga-bunganya

Blog EntryPUISI 52: diciptakan-Nya air mataAug 20, '07 11:56 AM
for everyone

diciptakan air mata pada hati yang gelisah
agar terdiam jiwa yang tak tenang
sehingga tersadar dalam keheningan
bahwa hidup tak akan dibiarkan sendiri

sebab,
selalu ada gerak Illahi
mengendap halus tanpa lelah
dalam perjalanan untuk kembali



lonceng-lonceng kecil bergelantungan ditiup angin selatan
betapapun besar tekad lonceng-lonceng itu untuk tidak berbunyi
tetap saja angin bisa memaksanya bersuara,
setelah terdiam sekian lama

padahal angin tercipta bukan untuk lonceng-lonceng itu
angin ada untuk samudera
angin ada untuk hantarkan mega, kemudian sebarkan hujan
dan angin terlalu besar untuk sekedar lonceng

jadi
jika engkau terpesona dengan suara lonceng itu
ketahuilah....
lonceng tidak sedang bernyanyi
namun ia memaki angin


Sleman, 6 September 2000


pada hari yang sama, aku juga menulis kata-kata ini (yg terlalu lugas sehingga aku malas menamainya puisi):

cintamu terlalu sempit, berkembanglah, semakin besarlah
rahmat untuk seluruh alam, untuk semangat itu kamu diciptakan

jangan hanya menjadi lonceng
engkau bisa menjadi angin
yang tercipta untuk siapa saja
bukan sekedar mempesona siapa saja



jika benar engkau ingin menjadi angin
maka bersiaplah tercabik-cabik
untuk memenuhi ruang

dan tentu saja engkau akan membawa kesejukan
walau dirimu sendiri tidak pernah tahu
betapa nikmatnya dibelai angin semilir

tugasmu hanya mengantar mega pada buminya
agar di sana turun hujan
dan muncullah kehidupan
namun itu bukan hidupmu
itu adalah kehidupan bumi

Sleman, September 2000


Blog EntryPuisi Lama 11 : Setetes EmbunJun 20, '07 11:26 AM
for everyone

Setetes embun telah membuatku lupa
akan samudra yang maha luas

kasihan sekali...
hanya karena setetes embun
yang bergulir di atas daun lalu lenyap
maka lenyap pula ingatanku
tentang misteri tujuh lautan tak bertepi

Sleman, 4 Juni 2000


Blog EntryPuisi Lama 10 : Batang Bunga Yang MelengkungJun 20, '07 11:21 AM
for everyone

batang bunga itu melengkung
meski bukan milikku
tapi lengkung batangnya yang berbunga
menghiasi dan mengharumi halaman rumahku

orang-orang berdatangan dan memuji
"ah, indah nian kebunmu ini.
pasti engkau orang yang berbahagia."

"kamu salah.
aku berbahagia karena aku sadar dengan apa yang kumiliki.
aku sadar, bunga itu tidak berakar di sini, di tanahku."

Sleman, Mei 2000

Blog EntryPuisi Lama 9Jun 12, '07 11:21 AM
for everyone

sekali lagi Kau uji aku
tapi kusambut ujian itu dengan mata berkerut
dengan mulut yang sengaja kukunci
agar tak bisa tersenyum

kapan aku bisa menyambut ujianmu dengan senang
bagaikan mendapat mobil tumpangan
yang bisa antarkan aku ke rumah-Mu yang damai

sehingga tak perlu aku bermuka masam
tak perlu lagi ada prasangka
dan juga aku tak perlu salahkan sahabatku


Sleman, 2 Januari 2000



Blog EntryPuisi Lama 8Jun 12, '07 11:05 AM
for everyone
Petak Umpet


hanya saja aku tidak pernah menang
selalu aku yang harus mencari
sampai suatu ketika aku di sini
dalam kesederhanaan
dalam bau comberan
dalam panas
dalam gigitan nyamuk
dalam lelah
dalam cemas
dalam sindiran
dalam wc umum yang berdinding seng
dalam pesawat tv yang gambarnya tinggal separo
dan tentu dalam alunan shalawat Ida Laila
rasanya aku mulai bisa menebak
di mana Kamu berada
walau aku tahu aku tak pernah menang
dan terus mencari


Surabaya, Mei 2000



Blog EntryPuisi Lama 7Jun 12, '07 11:00 AM
for everyone
kepada dosa di pagi hari

kau paksa aku untuk menyerah
namun aku masih ingat,
betapa mengerikannya
jika aku menyerah padamu

Sleman, 2000



Blog EntryPuisi Lama 6Jun 5, '07 12:17 PM
for everyone


Ketika aku melihat rumah itu
Aku bertanya,"Mungkinkah puisi tercipta di tempat seperti ini?"

Namun kuikuti saja langkah kaki
yang membuatku semakin dekat
dan semakin dekat

Sampai ada yang berbisik padaku
,"Mungkinkah kau tanggalkan baju kesombonganmu?"


Sleman, 13 Januari 2000



Blog EntryPuisi Lama 5Jun 5, '07 11:32 AM
for everyone

Betapa tak sopannya dirimu
Kau minta agar hujan berhenti

Padahal,
Hujan adalah persenggamaan antara langit dan bumi
agar muncul darinya berbagai aneka kehidupan
agar wajah bumi kembali segar merekah
tebarkan pesona yang lebih dahsyat


Sleman, 31 Oktober 2000







Blog EntryPuisi Lama 4Jun 5, '07 10:14 AM
for everyone


Tolong,
sampaikan salamku pada dukamu
dan katakan padanya
jika ia selalu bersamamu
maka akupun cemburu


Sleman, 5 Maret 1999



Blog EntryPuisi Lama 3Jun 4, '07 1:19 PM
for everyone


Kalau kau dengar nyanyian burung di pagi hari
siapa sangka kalau tadi malam
badai bergulung-gulung penuh amarah
sehingga tercerabutlah berbagai nyawa kehidupan

Tapi kalau kau dengar nyanyian burung itu
Apakah kau merasakan lirik yang penuh dendam?
Apakah kau rasakan hentakan yang penuh kemarahan?
Sedang baru saja kematian mengelilingi mereka

Dan kicau burung terus berbunyi
karena episode kesedihan seharusnya tak terlalu lama
yang penting sekarang
hangatnya sinar matahari
dan daun-daun basah yang menyejukkan


Sleman, 22 Oktober 2000



Blog EntryPuisi Lama 2Jun 4, '07 1:04 PM
for everyone


otakku lumpuh
karena mulutmu
sedang mulutmu trocoh
karena kau pikir
otakku lumpuh

Sleman, 30 Desember 1999



Blog EntryPUISI 50 : Suatu Saat, Pasti Aku Akan SampaiApr 7, '07 3:49 PM
for everyone


itu seperti cinta di kejauhan
lambaikan tangan sepenuh hati

dan itu buat aku hanyut
dalam gelombang alirannya,
hingga aku tak perlu lagi berjalan

suatu saat, pasti aku akan sampai

namun itu adalah gelombang,
yang tak selalu hanyutkan aku
ke pasir putih yang lembut

sering kali dihempaskannya aku
pada karang hitam yang garang
di pantai yang senja

aku terluka, aku tercabik
cinta itu, cinta yang perih

namun suatu saat, pasti aku akan sampai



Blog EntryPUISI 49:(enggan memberi judul)Nov 28, '06 3:09 AM
for everyone

 

pada cintanya aku berjalan
dengan langkah-langkah perlahan
sembari jawab sebuah pertanyaan,
untuknyakah aku hidup?

dalam cintanya ya cintanya
harapku perjalanan ini usai
dan pada tempatnya berdiri
ku buang semua bekal perjalanan
kutanggalkan sepatuku yang lusuh
kubasuh kakiku yang berdebu
karena aku tak lagi ingin berjalan

 

*aku memang masih jauh, tapi setidaknya lihatlah diriku yang masih berupa titik di ujung samudera*

 

 


Blog EntryPUISI 47: Kemarau (utk menasihati diri sendiri)Sep 12, '06 12:26 AM
for everyone

 

 

dalam kemarau, angin hadir bukan membawa hujan. ia hanya katakan,”bertahan, bertahanlah barangkali sejuk yang kubawa akan membuatmu tegar di tengah kerontang ini.”

 

 

 

Catatan:
Dalam situasi sulit, bukan juru penolong yang diharap. Yang harus dikembangkan adalah kemampuan bertahan, berjuang, sekaligus kepasrahan kepada Allah penguasa kehidupan
.


Blog EntryPUISI 46:Hujan Yg Tak Mau PergiAug 10, '06 10:19 PM
for everyone

puisi lama nih, baru sekarang uploadnya. jadi tolong dimaklumi haree geneeee ngomongin hujan

 

hujan tidak juga berakhir
meski musim sudah berganti
entah apa yang dicintainya
hingga derasnya masih basahi bumi

hujan ini tak bisa dimengerti
olehku juga olehmu
terlalu lama dalam misteri
hingga tak ada lagi yang peduli

 

 


Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help